224 Ribu Petani Sumsel Sambut Kebijakan Tarif Ekspor CPO

22 Juli 2022 13:00

GenPI.co Sumsel - Sebanyak 224 ribu petani di Sumatera Selatan menyambut positif kebijakan pemerintah untuk menghapus sementara tarif pungutan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Hal itu diungkapkan analis PSP Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Arpian di Palembang, Rabu (20/7).

Rudi mengatakan, kebijakan tersebut memberi asa bagi para petani plasma maupun swadaya.

BACA JUGA:  Para Petani Sawit di Sumsel Dapatkan KUR dari Perbankan

Sebab, kemungkinan harga tandan buah segar (TBS) milik mereka bisa terdongkrak naik.

“Kemungkinan itu dikarenakan penyerapan TBS petani oleh PKS (Pabrik Kelapa Sawit) itu sangat tergantung dengan kelancaran ekspor CPO,”tuturnya.

BACA JUGA:  Harga TBS Sawit 10-20 Tahun di Sumsel Turun Rp3.047,72 Per Kg

Hal itu sangat mungkin terjadi, sebab pada 2021 volume ekspor CPO dan turunanya mencapai 34 juta ton per tahun atau 2,5 juta-3 juta ton per bulan dari total produksi 49,71 juta ton.

Pada Juni 2022, stok masih mencapai 6,3 juta ton CPO.

BACA JUGA:  Larangan Ekspor CPO Dicabut, Petani Sawit di OKU Bersukacita

Ditambah, pada puncak produksi pada Juli-Desember 2022 diperkirakan mencapai 4,49 juta ton per bulan yang terdiri dari CPO serta Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

Karena itu, menurutnya tidak ada alasan lagi bagi pabrik kelapa sawit untuk menunda ekspor.

Hanya saja, lanjutnya, diperlukan komitmen bersama agar pembelian TBS petani berjalan lancar.

“Masih ada waktu 1,5 bulan sebagai windows of opportunity untuk melakukan ekspor,” tuturnya.

“PKS dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk segera mengosongkan tangki CPO, karena jika stok CPO masih penuh tentu bakal menghambat kenaikan harga TBS petani tersebut,” lanjutnya. (Ant)

Redaktur: Budi Yuni

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co SUMSEL