GenPI.co Sumsel - Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kota Palembang, Sumatera Selatan menemukan 11 kasus kekerdilan (stunting) pada anak dari pasangan suami istri di bawah umur pada 2022 ini.
Hal itu diungkapkan Sekretaris TPPS Palembang Altur Febriansyah di Palembang, Senin (10/10).
Untuk itu, pihaknya menggandeng Kantor Kementerian Agama Kota Palembang untuk menekan angka kasus stunting hingga menyentuh 14 persen pada 2024.
“Pernikahan di bawah umur menjadi salah satu penyebab risiko stunting, untuk itu kami bersama petugas Kemenag berupaya mencegah terjadinya pernikahan tersebut,” ujarnya.
Kedua instansi tersebut bakal memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang risiko menikah muda di bawah 19 tahun.
Idealnya, usia ideal calon pengantin yang akan menikah yaitu laki-laki berusia 25 tahun dan perempuan berusia 21 tahun.
"Dengan mengikuti usia ideal pernikahan tersebut, pasangan suami istri benar-benar siap secara mental dan ekonomi," ujarnya.
Selain itu, jika calon pengantin belum siap secara usia serta tidak ada pengawasan dari keluarga, sangat berisiko melahirkan anak stunting.
Hal itu ditambahkan Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pesantren Kantor Kemenag Kota Palembang, Hermansyah.
"Oleh karena itu kita melakukan intervensi dengan memberi penyuluhan kepada calon pengantin," ujarnya. (Ant)