BMKG Sumsel Sebut Puncak Musim Kemarau Juli dan September 2022

BMKG Sumsel Sebut Puncak Musim Kemarau Juli dan September 2022 - GenPI.co SUMSEL
Seorang bocah berusaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Arehh, Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, (18/8/2019). (Foto: ANTARA/Mushaful Imam/Lmo/hp)

GenPI.co Sumsel - Puncak musim kemarau di Provinsi Sumatera Selatan diperkirakan berlangsung pada Juli dan September 2022.

Hal itu diperkirakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (24/5).

“Sumsel akan memasuki awal musim kemarau pada Mei dasarian 3 hingga Juni dasarian 2, dan puncaknya pada bulan Juli dan September 2022 nanti,” ujarnya.

BACA JUGA:  Cegah Karhutla, BRIN Semai Garam di Langit Sumsel dan Lampung

Karena kondisi musim kemarau yang akan berlangsung hingga tiga bulan, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan karhutla.

“Seperti dengan menerapkan program teknologi modifikasi cuaca (TMC),” ujarnya.

BACA JUGA:  Masuki Musim Kemarau, BPBD Sumsel Petakan Daerah Rawan Karhutla

Menurutnya, program TMC efektif karena berdasarkan pemantauan dari stasiun klimatologi menunjukkan adanya korelasi tinggi terhadap curah hujan kurang dari 50 mm.

“Masih aktifnya La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan dan suhu muka laut ekuator bagian tengah masih dingin sehingga hal ini menguntungkan operasi TMC karena bahan baku pembentukan awan masih akan ada,” pungkasnya. (Ant)

BACA JUGA:  Cegah Karhutla, OKI Dorong Kelola Gambut Secara Berkelanjutan

Simak video menarik berikut:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya