Metode Fogging Tidak Ampuh Mencegah DBD, Kata Dinkes OKU

Metode Fogging Tidak Ampuh Mencegah DBD, Kata Dinkes OKU - GenPI.co SUMSEL
Fogging alias metode pengasapan disebut tidak efektif dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

GenPI.co Sumsel - Fogging alias metode pengasapan disebut tidak efektif dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Andi Prapto di Baturaja, Senin (6/2).

"Fogging bukanlah cara yang efektif untuk mencegah DBD pada masyarakat," kata Andi.

BACA JUGA:  Gelar Operasi Murah, Pemkab OKU Siapkan 16 Ribu Paket Sembako

Fogging merupakan teknik yang dipakai untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD.

Namun, ia menilai metode fogging masih kurang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

BACA JUGA:  Kabupaten OKU Nihil Kasus Polio, Dinkes Beber Strateginya

"Oleh sebab itu sejak beberapa tahun terakhir kami tidak melakukan fogging meskipun di Kabupaten OKU terdapat kasus DBD yang dialami masyarakat," katanya.

Dia menilai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menguras, menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas (3M) sangat efektif mencegah penyebaran DBD.

BACA JUGA:  PCNU OKU Diharapkan Jaga Keutuhan NKRI dari Paham Radikal

Menurutnya PHBS dan 3M bisa mencegah nyamuk berkembang biak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya