Kemudian, Mustafa Husin Syafri (Palembang) yang meninggal di Madinah, Nur Zainudin Ahmad (OKU Timur) yang meninggal di Makkah.
Teranyar, Repen Roso Pawiro (OKU Timur) yang meninggal di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, Jumat (23/6) dini hari.
“Sesuai aturan, jemaah yang meninggal akan dibadalhajikan,” jelas Armet.
BACA JUGA: Kemenag Sumsel: 1 Calon Haji Asal OKU Timur Meninggal di Makkah
Pihaknya sendiri tidak menemukan kendala berarti selama proses pemberangkatan calon haji Embarkasi Palembang tahun ini.
Semua itu tak lepas dari koordinasi dan kerja sama dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Kemenag Sumsel, TNI/Polri, penerbangan, imigrasi, Asrama Haji Sumsel, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan otoritas Bandara SMB II Palembang.
BACA JUGA: Ada Kuota Haji Tambahan, Imigrasi Palembang Siapkan Tim Terbaik
“Mudah-mudahan kerja keras bapak/ibu semua dalam membantu dan melayani jemaah haji Embarkasi Palembang menjadi catatan pahala di sisi Allah SWT. Sekali lagi, kami mengucapkan banyak terima kasih,” ucapnya.
Meski demikian, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang tetap akan melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
BACA JUGA: Kemenag Sumsel: Katering Dihentikan Sementara Sehari Sebelum Puncak Haji
Selain itu, PPIH juga akan mempersiapkan diri menyambut pemulangan Embarkasi Palembang pada 6 Juli 2023.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News