Sumsel Hadapi Krisis Lingkungan dan Pangan Akibat Perubahan Iklim

Sumsel Hadapi Krisis Lingkungan dan Pangan Akibat Perubahan Iklim - GenPI.co SUMSEL
Ilustrasi - Petugas patroli pencegahan Karhutla melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di desa Ganepo, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (2/10/2019). (Foto: ANTARA/Bayu Pratama S/hp)

GenPI.co Sumsel - Sumatera Selatan dinilai menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menghadapi krisis lingkungan dan pangan akibat perubahan iklim.

Hal itu dikatakan peneliti lembaga nonprofit World Agroforestry (Icraf) Tania Benita di acara Rapat Koordinasi Penataan Ruang Daerah Provinsi Sumatera Selatan 2022 di Palembang, Kamis (7/7).

Tania mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari keberadaan areal gambut seluas 1 juta hektare di Sumsel.

BACA JUGA:  Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Sumsel Direvisi, Ini Alasannya

“Perubahan yang terjadi, seperti pengalihan fungsi gambut lindung menjadi gambut budidaya tentunya ini akan berpengaruh bagi lingkungan,” tuturnya.

Tania memastikan Sumatera Selatan akan menghadapi tantangan perubahan iklim akibat menurunnya daya dukung lingkungan akibat alihfungsi lahan.

BACA JUGA:  Ganti Alih Fungsi Hutan, Sumsel Bangun Ecopark di Banyuasin

Karena itu, Icraf mendorong para pengambil kebijakan untuk menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) yang ditargetkan selesai pada 2022.

Tak hanya itu, pihaknya juga ikut ambil bagian dalam memberikan masukan kepada pemerintah yang mulai merevisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah.

BACA JUGA:  Dishut Sumsel: Kerugian Kebakaran Gambut Capai Rp269 Juta/Hektare

“Gambut, dengan potensi kontribusi pada target pemerintah untuk mencapai FoLU Net Carbon Sink di 2030, harus kita kelola dengan bijak,” katanya. (Ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya