GenPI.co Sumsel - Memberantas praktik pertambangan pada sumur minyak ilegal di Sumatera Selatan dianggap cukup berat.
Hal itu dikonfirmasi Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Toni Harmanto seusai fokus grup diskusi membahas tambang ilegal lintas sektoral, di Palembang, Senin (12/9).
Pasalnya Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil minyak dan gas yang merata.
BACA JUGA: Sumur Minyak Ilegal Meresahkan, Muba Minta Bantuan TNI-Polri
Selain itu, di dalamnya juga ada sosial budaya masyarakat.
Contohnya, saat ini di Musi Banyuasin tercatat 7.734 sumur minyak ilegal yang dijalankan secara tradisional oleh masyarakat setempat.
BACA JUGA: PT Petro Muba Ditugaskan Serap Sumur Minyak Milik Masyarakat
Toni menyebutkan jika jumlah sumur minyak ilegal tersebut kemungkinan bertambah.
Padahal, pihaknya sudah menutup 1.000 sumur minyak ilegal seperti di Desa Keban 1, Sanga Desa akhir 2021 lalu.
BACA JUGA: Disebut Ada Aliran Dana Kasus Suap, Polda Sumsel Bantah Tegas
“Itu menandakan tidak bisa polda sendiri yang bekerja terus-menerus, tapi perlu memberikan peran stakeholder lain supaya pengawasannya lebih optimal,” ujar Toni.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News